Featured Slider

Digital Parenting : Upaya Mendidik Anak Zaman Now




Media Memenuhi Kebutuhan Dasar Manusia (Yalda T.Uls, 2016:127)

Kalau dipikir, ungkapan yang digunakan Yalda dalam bukunya “Media Moms and Digital Dads” memang benar adanya. Kita perlu mengakui bahwa kecanggihan teknologi telah melahirkan peradaban yang hampir keseluruhan aspeknya bernuansa digital. Kecanggihan teknologi telah melahirkan internet yang telah memberikan pengaruh dan perubahan besar dalam kehidupan manusia. Pun begitu halnya dengan lahirnya smartphone yang seolah menjadi asisten dalam keseharian. Percaya ga percaya, hidup di masa kini, semua kemudahan bisa terjadi dengan adanya media online yang serba digital. Mau ini, tinggal klik, mau itu juga tinggal klik. Gak perlu pusing dan repot bukan. Kalau mau kilas balik, beda jauh banget sama zaman dulu.  
Namun, kita perlu menyadari bahwa perubahan besar tersebut jelas berpengaruh terhadap sikap dan mentalitas kita. Apalagi saat ini, digitaliasi sudah merambah ke semua lini kehidupan. Dampak positif dan negatif pastinya dirasakan. Berbagai kemudahan dan fitur positif pun jumlahnya jutaan untuk bisa dimanfaatkan. Tapi tidak sedikit juga konten negatif yang dapat menjerumuskan pikiran dan sikap generasi bangsa. Galau memang. 

Tampil Pede Dengan Jam Tangan Kece

Dokumentasi Pribadi, 2018
Kalau ditanya apa yang bikin penampilanmu Pede?

Maka jawabanku adalah Jam Tangan. Kenapa coba? Selain fungsi utamanya sebagai penunjuk waktu. Jam tangan merupakan bagian dari aksesoris yang bisa membuat tampilan kita jauh lebih pede dan kece. Bikin penggunanya jadi enak dipandang dan elegan. Kok bisa? Karena jam tangan punya sisi artistik yang gak kalah dibandingkan aksesoris lainnya seperti : cincin, kalung, gelang dan lain sebagainya. Apalagi bagi cewek sepertiku yang jarang banget make-up an serta tampilan pakaian yang biasa-biasa saja.  Maka jadilah, jam tangan bisa dipakai sebagai aksesoris pelengkap. Hingga kini, aku tak lupa menggunakan jam tangan di berbagai kesempatan, khususnya ketika berpergian.

Harapan Yang Terselip Dalam Doa Pada Perayaan Milad 2 Blogger Bengkulu

sumber : Dokumentasi Blogger Bengkulu, 2018
Tak terasa, genap sudah 2 tahun eksistensi Blogger Bengkulu (BOBE) sebagai sebuah Komunitas. Masa 2 tahun menjadi fase belajar dan pembelajaran yang terisi dengan begitu banyak cerita. Masa beradaptasi dengan berbagai gejolak perubahan. Jatuh bangun, suka duka, menjadi mozaik yang begitu berwarna. Hingga akhirnya dapat tersusunlah menjadi sebuah puzzle cerita. Secara realistis, mempertahankan sebuah komunitas hingga mampu menapaki usia 2 tahun, bukanlah perkara mudah. Rasa solidaritas, kepercayaan, serta sikap mau berbagi menjadi pilar yang perlu dijunjung tinggi. Simbiosis mutualisme menjadi dasar dalam mempertahankan relasi dan silaturahmi.  Itu sepenggal cerita yang dirasakan ketika menjadi bagian dari keluarga besar Blogger Bengkulu. Dan pada saat Milad ke 2 kali ini, semuanya dapat merefleksi. Mengangkat tema Blogger Bengkulu : Tahan, Unggul dan Humanis atau disingkat menjadi BOBE TANGGUH menjadi relevan di usia 2 tahun ini. Slogan tersebut dapat ditafsir sebagai upaya agar para BOBE dapat bertahan dengan berbagai situasi dan tekanan, unggul dalam menyebar kebaikan serta memiliki sikap humanis dalam kehidupan. 

Mengenali Potensi Wisata Bengkulu Lewat Festival Bumi Rafflesia 2018

sumber : Dokumentasi Pribadi, 2018
Siang itu, sebuah postingan gambar terselip diantara keseruan percakapan yang terjadi di salah satu grup whatsapp-ku. Isinya tentang Festival Bumi Rafflesia 2018 yang nanti bisa kusingkat menjadi FBR. Jujur saja, kali pertama membaca postingan tersebut, aku sempat dibuat penasaran. Seperti apa sih acaranya nanti.  Kira-kira bakal seru ga sih? Serta beberapa pertanyaan lain yang menari-nari di benakku. Pasalnya, tahun lalu ada keinginan besar untuk hadir di acara serupa. Namun, saat itu masih dalam kondisi pemulihan pasca operasi sesar. Jadi hanya bisa nyimak ceritanya deh dari teman dan kerabat. Untuk memenuhi hasrat keingintahuanku, aku menyempatkan diri untuk cari tahu alias kepo lewat search engine tentang kegiatan yang bakalan diselenggarakan dalam event  Festival Bumi Rafflesia 2018 ini. Ada banyak agenda yang akan diselenggarakan selama acara. Jadilah, tekad untuk berkunjung ke Festival Bumi Rafflesia tahun ini bertambah kuat.

Paradigma Baru Cara Mendidik Anak


sumber : Pixabay.com
Disamping sebagai anugerah, kehadiran anak merupakan amanah yang diberikan Tuhan kepada kita selaku orang tua. Oleh karena itu, sudah sepantasnya, kita perlu memperlakukan anak dengan sikap yang baik dan manusiawi. Kenapa   begitu? soalnya saat ini, sering kali kita dengar berbagai kasus  kekerasan dan tidak senonoh terjadi pada anak. 

Oleh karena itu, sebagai orang tua tentu saja kita perlu bekal dan ilmu dalam mendidik anak.Jangan sampai ketidaktahuan kita menjadi bumerang bagi kita sendiri. Apalagi ditengah perubahan zaman yang semakin maju seperti ini. Cara mendidik pun tentu saja mengalami pergeseran. Kalau dengar cerita dulu nih, kekerasan secara fisik menjadi salah satu pilihan dalam mendidik anak. Plus ditambah lagi kekerasan secara verbal. Bahkan hal tersebut dianggap biasa dan lumrah saja. Oleh karena itu, yuk kita belajar beberapa cara mendidik anak di zaman now dengan sikap yang lebih manusiawi.


Pertama, Mengenalkan Arti Tindakan Berbagi Dengan orang lain

sumber : www.goole.com/2018
Seringkali nih kita mendapati orang tua yang sebenarnya pengen mengajarkan cara berbagai dengan orang lain dengan cara yang sedikit memaksa. Bahkan tak jarang melalui ucapan perintah yang cukup kasar.  Padahal ada langkah dan ucapan yang lebih berisi ajakan dan permintaan agar si anak mengerti dan mau berbagi dengan orang lain. Misalnya berbagi mainan, berbagi makanan, dan lain-lain. Jangan memaksa anak Posisikan anak layaknya teman yang bisa diajak untuk dapat memahami apa yang sebaiknya dilakukan. 

Kedua, Membangun Komunikasi Dialogis

Sumber : www.goole.com/2018
Kalau kita mencermati gambar diatas, kejadian tersebut seringkali kita temukan bukan?! banyak diantara kita yang mungkin masih sering memerintahkan anak untuk tidak menangis. Bukan tidak boleh, namun cara kita merespon atas tindakan anak ketika menangis yang perlu dibenahi. Misalnya dengan cara bertanya kepada anak sebagai bentuk komunikasi secara dialogis. Sehingga secara tidak langsung akan membantu anak untuk dapat mengindentifikasi perasaan dan faktor penyebab anak menangis.

Ketiga, Setiap Anak Itu Punya Potensi Berbeda, Jadi Jangan Suka Membanding-Bandingkan

Nah, hal lain yang sering dan kerap sekali dilakukan oleh orang tua ialah suka sekali membandingkan anak dengan anak orang lain. Rumput tetangga kelihatan lebih subur. Apa iya sih begitu?. Setiap manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki karakter, kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Oleh sebab itu, manusia itu unik karena memiliki variasi dan perbedaan satu dengan yang lainnya. Tumbuh kembang antara anak yang satu dengan yang lainnya jelas berbeda. Justru yang harus dilakukan ialah menemukenali potensi anak serta menghargai atas upaya yang ia lakukan. Ada anak yang menonjol dalam akademik, ada juga dari aspek psikomotorik. Karena disamping sebagai wujud penghargaan kita, hal tersebut menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan diri sejak kecil.
Sumber : www.goole.com/2018
Keempat, Menegur Anak Pada Kesalahan dan Bukan Pada Pribadinya

Sumber : www.goole.com/2018
Seringkali kita juga menemukan tindakan orang tua yang yang sering melampiaskan emosi pada anak. Teguran seringkali disertai dengan cara membentak dengan kata-kata kasar. Sehingga secara tidak langsung akan membentuk pikiran yang tidak baik dalam diri anak. Padahal, memberi ruang dan kesempatan sangat diperlukan oleh anak untuk mampu membuat ia dapat mengidentifikasikan perilaku dan kesalahan yang telah dilakukan.


Nah,dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bukan, bahwa mendidik anak memang perlu ilmu dan pengetahuan. Perubahan yang terjadi sekarang ini menuntut para orang tua untuk peka juga terhadap berbagai hal baru yang terjadi. Termasuk ketika mendidik anak. 


Semoga manfaat :)